Rangkaian Pernikahan Adat Jogja (Part 1)

Kali ini aku akan berbagi mengenai rangkaian adat tradisional khas Jogja yang kami alami. Kami berdua sangat bersyukur dan bahagia sekali karena kami boleh merasakan kesakralan dan keindahan makna  perkawinan yang diwujudkan melalui banyak simbol dalam rangkaian adat kami. Aku dan seami berasal dari Keluarga Jawa terlebih suamiku yang mayoritas keluarga besarnya tinggal di tempat yang sangat dekat dengan Kraton Yogyakarta. Kami berdua awalnya sempat ragu apakah mampu menjalani semua rangkaian adat ini tapi akhirnya kami mantap  untuk memilih konsep adat jogja ini. Ok, kita langsung ke acaranya ya,

  1. Siraman

Siraman dari kata siram atau mandi dalam Bahasa Indonesia mengandung makna pembersihan dari segala kotoran baik dalam arti fisik atau pun hal-hal negatif yang tidak terlihat. Dalam Budaya Jawa setiap upacara adat pasti diawali dengan menyiram karena mereka percaya bahwa memulai suatu hal besar dalam kehidupan harus dimulai dengan keadaan yang bersih. Bersih artinya tidak hanya tubuhnya tetapi juga hati dan pikirannya sehingga siap memulai kehidupan baru dalam hal ini berumahtangga.

Acara siraman kami dilaksanakan di rumah masing-masing karna kami belum boleh bertemu (Kita juga sudah tidak berkomunikasi sejak 3 hari sebelum acara) yang diawali dengan acara sungkeman. Aku memohon ijin dan restu kepada orangtua untuk memasuki kehidupan perkawinan. Acara yang paling berkesan untukku adalah saat moment ini karena aku berkesempatan menyampaikan isi hatiku secara langsung di depan orangtua dan keluarga besar. Sebuah keputusan besar yang aku lakukan dengan mengumpulkan segenap keberanianku walaupun tetep ya mata banjir dengan tangisan (hehe ini belum apa2 sudah semua keluarga ikut menangis). Setelah itu aku sungkem ke orangtua dan eyang kakung putri (kebahagiaan tersendiri masih berkesempatan mendapat restu dari eyang kandung.

Setelah sungkeman selesai dilanjutkan dengan prosesi ‘ngracik toya’ atau meracik air siraman. Ayah dan ibuku mencampur 7 sumber air ke dalam bejana siraman dicampur dengan bunga mawar dan melati. Setelah air tercampur dimulailah prosesi siraman. Ada 7 penyiram yang termasuk kedua orangtuaku, para eyang, dan sesepuh. Hanya ada satu pria yang boleh menyiram yaitu ayahku selain beliau semuanya wanita yang kami percaya memiliki teladan sebagai wanita yang kuat dan berhasil membangun keluarga. Mengapa hanya wanita yang boleh menyiram karena dalam Budaya Jawa wanitalah yang dianggap sebagai pendoa dan prosesi siraman sebenarnya juga bentuk doa supaya pernikahanku kelak berjalan lancer. Oya mengapa juga semua elemen yang ada berjumlah 7? Dalam Bahasa Jawa 7 dibaca ‘pitu’ yang artinya ‘pitulungan’ atau pertolongan. Semua melambangkan permohonan keselamatan agar kehidupan baru yang akan dimulai benar-benar mendapat restu dan bahagia (sakral sekali :D)

PhotoGrid_1488171347287.png

  1. Dulang Pungkasan

Setelah selesai siraman berikutnya adalah ‘dulang pungkasan’ atau suapan terakhir yang diberikan orangtua calon mempelai wanita. Jadi ayah dan ibuku memilih makanan yang aku suka (waktu itu menunya tumpeng) berhubung memang jam makan siang dan laper jadilah dimakan sampai habis. Momment ini jelas sangat berkesan dan ngangenin (kapan lagi disuapin orangtua sendiri yak an). Setelah selesai prosesi ini kemudian aku masuk ke kamar lagi untuk dimulai dikerik. Dalam Adat Pernikahan Jogja, wanita yang akan menikah ujung rambutnya akan dikerik dan dibentuk sesuai dengan bentuk wajah (dengan aturan tertentu). Sebelum memulai kerik aku diminta oleh pemaes untuk berdoa semoga apa yang akan diberikan pada mukaku mungkin akan sukses, cantik, dan lancar. (dalam hati aku juga deg-degan).

IMG_7408.JPG

Berlanjut ke part 2 🙂

S o u v e n i r

Senada dengan tema besar kami yakni budaya jawa khususnya Jogja maka kami ingin sekali memberikan souvenir untuk para tamu yang memiliki khas atau unsur budaya Jogja. Kami juga sepakat bahwa souvenir yang akan diberikan harus bermanfaat bagi tamu bukan hanya sebagai pajangan semata. Awalnya kami memiliki beberapa pilihan yakni tas lipat, kipas, kotak kayu penyimpan koin, atau dompet batik. Aku punya satu vendor langganan souvenir yang sebelumnya sempat memesankan souvenir untuk kakak-kakak sepupu jadilah ketika wedding sendiri pesennya disini juga.

Nama vendornya evy-souvenir mereka menyediakan banyak contoh souvenir mulai harga 1000an sampai 30.000an, tersedia banyak bentuk, warna, ukuran dengan tema yang kita juga bisa custom sendiri. Silahkan kunjungi web mereka di http://www.evysouvenir.com atau yang di Jogja bisa melihat langsung di galery-nya di Jalan Jagalan nomernya maaf rada lupa tapi pastinya paling ujung jalan kalau dari selatan.

Kami menjatuhkan pilihan pada gelas merica karena bentuknya unik dan kayaknya saat itu masih jarang dipilih para calon temanten. Gelas merica ini juga bisa disablon jadi kami bisa memunculkan gambar wayang di gelas itu. Kami ingin memunculkan beberapa tokoh pewayangan yang sifatnya dapat menjadi panutan kita. Kami pilih beberapa tokoh wayang favorit kami dan akhirnya kami putuskan 2 tokoh wanita dan 3 tokoh pria sehingga souvenir kami terdapat 5 seri (macam sinetron yak ada serinya). Aku sangat mengidolakan Dewi Srikandi dengan kisah kepahlawanannya dan suamiku sangat menyukai Arjuna. Akhirnya kami pilih Dewi Srikandi, Dewi Shinta, Arjuna, Krisna, dan Bima.  Kelimanya memiliki warna yang berbeda sehingga tiap tamu undangan bisa saja mendapatkan souvenir yang berbeda dengan tamu yang lain.

Ini untuk daftar harganya,

  1. 1 gelas merica (dove) dengan  sablon Rp 6.500,-
  2. 1 gelas merica (bening) dengan sablon Rp 6.000,-
  3. Packaging dengan tile Rp 1.000,-
  4. Packaging mika Rp 1,500,-

Kami memilih gelas yang dove dengan packaging mika karena lebih mudah menata (tidak mudah pecah) dan harganya masih masuk dengan anggaran kami (itu yang penting). Kita memesan 800 buah.

Setelah H-45 ternyata kami memutuskan untuk harus menambah jumlah souvenir dan vendor 1 kami hubungi tidak sanggup untuk menambah stok akhirnya kami mengusahakan vendor lain untuk sovenir yang sama dengan waktu yang lumayan mefet. Syukurlah kami mendapat vendor ke-2 yang sangat kooperatif dan sangat terjangkau. Mereka pun mau hanya membuatkan sovenir yang sama persis dengan vendor ke-1 dengan jumlah di bawah minimum order (250) kami pesan 200 buah. Nama Vendornya Puji Souvenir (08164743816) Mbaknya ramah sekali dan souvenir di sana juga beranekaragam dan terjangkau.

Dan ternyata souvenir kami banyak diminati tamu undangan alhasil sebagian dari mereka cukup lama stay di tempat souvenir untuk memilih warnanya. Untunglah teman-teman kami yang membantu menjaga souvenir sangat sigap dan ramah untuk melayani para tamu (salut dan terimakasih untuk mereka).

 

Melatih Kemampuan Berbicara Anak Tidak Perlu Les

Membicarakan soal pendidikan anak usia dini menjadi hal yang menarik karena saat ini sudah sebagian besar masyarakat paham akan pentingnya pendidikan anak usia dini. Bahkan dalam perguruan tinggi pun muncul program studi pendidikan anak usia dini yang menyiapkan calon pendidik yang mampu mendidik anak-anak pada usia yang masih sangat kecil.  Apa saja sebenarnya yang penting untuk diajarkan pada anak-anak usia dini tersebut menjadi persoalan yang sebaiknya tidak hanya dipahami oleh para mahasiswa pendidikan usia dini namun seluruh masyarakat dan terpenting orangtua. Pendidikan anak usia dini sangat penting karena pada masa ini anak akan mengalami perkembangan yang sangat pesat mulai dari perkembangan kognitif, verbal, motorik dan emosi. Hal yang paling mendasar pada perkembangan anak usia dini yakni kemampuan verbal atau kemampuan berbicara.

Kemampuan berbicara masing-masing anak berbeda dan tidak bisa disamakan ada yang menyerap kosa kata dengan sangat cepat namun ada pula yang untuk membunyikan suara saja sangat sulit. Saat ini seringkali ditemui anak-anak yang sudah berusia lebih dari 2 tahun namun masih sulit mengungkapkan kata bahkan menirukan bunyi pun sangat sulit. Kebanyakan orangtua akan menjadi bingung melihat anak mereka yang sudah berusia cukup untuk dapat berbicara namun masih belum bisa berkata apapun. Sebagian orangtua cenderung lebih mudah untuk menyalahkan lingkungan sekitar daripada melihat diri sendiri sehingga jalan pintas pun diambil dengan membawa anak pada guru les atau terapis untuk membuat anak lancar berbicara.

Fenomena memberikan les atau terapi untuk anak agar lancar berbicara menjadi cukup aneh karena hanya untuk berbicara saja orangtua harus meminta orang lain untuk mengajarinya. Beberapa anak memang ada yang memiliki kelainan dalam berkomunikasi verbal sehingga memang membutuhkan tenaga ahli yang mengerti teknik mengajak anak yang memiliki kebutuhan khusus untuk mampu berbicara lancar tetapi berbeda dengan anak-anak yang tidak lancar berbicara karena tidak terbiasa. Sebagian anak-anak yang orangtuanya bekerja seharian penuh dan memiliki waktu yang relatif sedikit untuk bertemu dengan anaknya membuat sang anak mengalami kelambatan dalam komunikasi verbalnya.

Apa sih sebenarnya yang dibutuhkan untuk anak-anak lancar berbicara? Jawabannya sangat sederhana namun mungkin sulit dilaksanakan bagi para orangtua pekerja yang sangat sedikit waktu untuk bertemu anak mreka yakni kebersamaan dengan orangtua. Kebersamaan yang terjalin bukan hanya untuk timbul rasa nyaman pada anak namun orangtua pun wajib untuk selalu mengajak anak berkomunikasi dengan bahasa yang benar bukan mengikuti bahasa anak. Bahasa yang benar diajarkan pada anak tidak akan serta merta ditirukan oleh anak dengan cepat awalnya mereka hanya menirukan sebisanya namun semakin sering anak diajak berkomunikasi maka anak akan semakin cepat menyerap bahasa verbal dengan baik. Jadi, tidak perlu anak sekecil itu harus dipanggilkan guru les untuk belajar berbicara, guru paling berpengaruh untuk melatih anak lancar berbicara tidak lain ya orangtua mereka sendiri. Semakin banyak orangtua meluangkan waktu dan mengajak anak berkomunikasi dengan bahasa yang baik maka semakin cepat anak untuk lancar berbicara.

Pendidikan anak usia dini bukan menempatkan kognitif sebagai tujuan utama namun lebih kepada kematangan emosi, kemampuan verbal, dan motorik anak yang menjadi poin perhatian bagi para orangtua. Sehingga sekolah terkecil untuk pendidikan usia dini ya sebenarnya di rumah masing-masing. Dengan begitu tidak ada cukup alasan untuk tidak membawa anak mengenal pendidikan anak usia dini karena tidak perlu dengan membawa mereka ke sekolah pun di dalam keluarga pendidikan anak usia dini sudah harus dimulai.

 

U n d a n g a n

Desain undangan merupakan bagian yang menarik buat kami karena sejak belum menentukan tanggal sudah punya bayangan dulu tentang undangan nikah. Kami sepakat banget bahwa tidak aka nada foto prewed atau pun foto kita berdua di dalam desain undangan karena ya menurut kami undangan tanpa foto terkesan lebih elegan gitu 😀 Bentuk undangan juga kita usahakan sesimpel mungkin agar tidak menyulitkan tamu untuk membuka dan membaca.

Karena tema kita adat jawa Jogja untuk undangan pun kita buat dengan menghadirkan suasana Jogja yang bakal kita kangenin (as now we’re not in Jogja any longer hiks). Semua dimulai dengan gambaran dan bayangan yang kita punya dan itu sangat membantu lho untuk menentukan desain undangan apa yang ingin kamu buat. Yang ada dalam bayanganku saat itu adalah warna merah maroon yang juga warna tema besar di resepsi kita, trus lampu Kota Jogja yang khas dan ilustrasi gambar aku dan calon suami (kala itu). Puji Tuhannya kita punya sahabat yang jago dalam kancah perdesainan dan malang melintang di dunia desain (agak lebay sih) namanya Risna a.k.a @anastasia.risna (ini alamat instagramnya bisa banget dihubungi untuk bantu desain apapun yang kamu mau hihi).

Kita coba ceritakan konsep undangan yang kita mau dan hasilnya Risna mampu menerjemahkannya dalam sebuah desain undangan yang kece banget (at least in our opinion). Kita langsung jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat desain awal yang dia buat bahkan melebihi ekspektasi kita sebelumnya.

img-20170218-wa0004

img-20170218-wa0003

Setelah desain direvisi beberapa kali dan akhirnya semua setuju kita lanjut di bagian isi undangan. Isi undangan ini jauh lebih penting dari desain karena di dalamnya ada nama kita, nama orangtua, tempat dan tanggal pernikahan yang semuanya harus tertulis dengan jelas dan benar. Perlu beberapa kali kita merevisi bagian isi karena gak hanya kita berdua yang mengoreksi tapi orangtua (dan FYI ini bagian yang sangat penting dan harus kita clear-kan sejak awal atau bakalan ada protes sana sini hehe). Kita juga menambahkan satu bait ayat dari kitab suci yang memang menjadi kutipan favorit kita. Kutipan seperti ini boleh aja menurutku dan akan lebih baik memasukkan kutipan yang memang menjadi dasar hubungan kalian atau harapan dalam pernikahan kalian nantinya.

Setelah desain undangan jadi, kita mencari vendor percetakan yang bisa mencetak dengan biaya murah tapi kualitas tetap unggul (tetep ya prinsip ekonomi sis) Bertemulah kita pada sebuah titik bernama titiktemujogja vendor percetakan sekaligus desain yang cukup kreatif dan pelayanannya sangat ramah. Yang paling kita suka karena mreka sangat jujur dalam menyampaikan biaya produksi jadi kita sebagai pelanggan paham harus memilih bahan seperti apa yang murah tapi kualitas tetep juara. @titiktemujogja lokasi kantornya di samping hotel suryo puri atau coba aja klik di web mereka www.titiktemu.com

img-20170128-wa0015

Catering

Pemilihan catering menjadi salah satu poin penting dalam mempersiapkan perayaan pernikahan itulah mengapa kami sangat hati-hati sekali dalam memilih vendor untuk catering ini. Vendor catering di Jogja banyak sekali macamnya dan menawarkan berbagai kelebihan juga hal-hal menarik lainnya. Sepanjang perjalanan kami mencari vendor catering kami cek 5 catering terbaik di Jogja saat itu muncul nama-nama KURNIA Catering, VIOLET Catering, SIRIKIT Catering, VIDI Catering, SHINTA Catering.

Akhirnya pilihan kami tetap jatuh pada VIOLET Catering yang juga melayani saat acara lamaran-pertunangan kami setahun yang lalu. Pelayanan dan masakan Violet Catering terbukti memuaskan karena keluarga dan para tamu saat acara pertunangan kami hampir sebagian besar mengatakan masakannya enak. Itulah kenapa akhirnya kami memutuskan Violet untuk menjadi vendor catering menyeluruh pada acara perkawinan kami. Vendor menyeluruh artinya Violet tidak hanya melayani saat acara resepsi saja tetapi juga kebutuhan konsumsi sejak hari 1 yakni siraman dan seserahan sampai hari 2 pernikahan. Inilah daftar makanan yang kami pesan untuk acara pernikahan kami

Menu Buffet (Menu makan utama)

  • Nasi Putih
  • Ayam Goreng Mentega
  • Tumis Daging Cabe
  • Kakap Asam Manis
  • Ca Brokoli
  • Salad Bar
  • Kerupuk
  • Buah Potong
  • Puding Saus Anggur (Ini khas Violet)
  • Ice Cream

Menu Minuman

  • Teh Sere Jahe
  • Air Mineral
  • Es Selasih

Menu Gubug

  • Pempek Violet
  • Zuppa Soup
  • Empal Gentong
  • Bistik Galantin
  • Nasi Liwet

Screenshot_20170223-143334.png

(Ini Puding Saus Anggur)

Screenshot_20170223-143329.png

(ini minuman andalannya Es Selasih segerrr loh)

Screenshot_20170223-143355.png

(ini contoh display table mereka)

3 Alasan Kami Memilihi Violet Catering

  1. Penawaran menu sangat variatif dan kita selalu diberikan kesempatan untuk test food bahkan tidak hanya sekali.
  2. Harga cukup kompetitif dan tidak membingungkan karena dibuat dalam sistem paket jadi kita tidak perlu bingung ada yang kurang.
  3. Rasa dan Presentasi saat acara pun menarik karena Violet memiliki food furniture sendiri yang menjadi ciri khas Violet selain itu sangat sigap untuk mengambil piring atau gelas kotor jadi acara pernikahan kita tetap bersih (ini yang paling aku suka, BERSIH)
  4. Kami juga menampilkan coklat fondue yang bisa dipesan barengan dengan violet

Gitu deh ya sedikit penjelasan tentang vendor catering kita dan kita sangat puas dengan hasil kerja mereka jadi sangat recomended untuk teman-teman yang sedang mencari vendor catering untuk acara di Jogja. Oh ya ini alamatnya

Violet Catering

Jl. Beji No.6 Yogyakarta No Telp. (0274) 544616, 081328062980

Venue Resepsi

Acara resepsi kami dilaksanakan di Kota Yogyakarta karena kami semua berasal dari Jogja yaah walaupun tinggal di dua kota yang berbeda tapi tetap tempat kami bertemu dan mengikat janji ya di Jogja. Waktu pencarian tempat resepsi kami coba sesuaikan dengan tema pernikahan kami yakni Jawa Jogja Dinamis hehe. Basically kita memilih tata cara adat Jawa khususnya Jogja karena Jawa tidak hanya Jogja tapi ada solo juga dan keduanya punya perbedaan loh. Oleh karena konsep wedding yang sedikit etnik dan kami mengenakan busana Kanigaran Jogja maka kami putuskan untuk mencari Joglo.

Pendopo menjadi ciri khas Yogyakarta akan menjadi paduan yang cocok untuk tema wedding kami (menurut kami hehe). Kami mencoba survey ke beberapa tempat unutuk melihat pendopo yang cocok. Dalam memliih tempat kami kemarin mepunyai tiga kriteria yakni tempat yang cukup luas untuk 700 undangan, tempat parkir luas dan tidak menyulitkan tamu, dan harga terjangkau (yang paling akhir ini keputusan kami untuk meminimalkan anggaran tempat dan memaksimalkan dekorasi supaya irit hehe) Dengan ketiga kriteria itu kami sempat mendatangi beberapa tempat yakni:

  1. Gedung Ganesha APMD( TimohoNo.317, Baciro, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55225)

ampd-timoho

Gedung APMD ini kami survey karena punya lapangan parkir yang sangat luas dan sirkulasi cukup untuk para tamu, biaya sewanya juga terjangkau dan administrasinya pun tidak terlalu ribet (Tahun 2015 masih berkisar di bawah 5juta). Ketika sampai di sana kami ragu dengan kapasitas gedung. Kami sama-sama berasal dari keluarga besar yang jumlahnya lumayan banyak haha gedung AMPD jadi mungkin akan mengurangi kenyamanan saat di dalam gedung. Dan kita masih ingin mencari pendopo yang cocok untuk tema kami

  1. Ndalem Ngabean(Jl. Ngadisuryan No.6, Patehan, Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55133)

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Ndalem Ngabean berupa pendopo yang memiliki arsitektur Jawa yang sangat bagus. Untuk tema kami akan sangat cocok dengan bentuk pendopo yang etnik dan klasik seperti ini, harga juga masih sesuai dengan anggaran kami (dibawah 10 Juta) tetapi tempat parkir sangat minim dan untuk jumlah tamu kami kemungkinan besar para tamu harus parkir kendaraan mereka di pinggir jalan yang otomatis membuat macet jalan. Wedding kami dilaksanakan malam minggu dan Ndalem Ngabean ini sangat dekat lokasinya dengan alun-alun kidul jadi sudah dipastikan ramenya kaya apa yaa… malam minggu di dekat alun-alun kidul dan ada kawinan duh… ga kebayang macetnya. Akhirnya Ndalem Ngabean bukan pilihan kami.

  1. Pendopo SMKI(Jl.PG. Madukismo, Bugisan, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182)

pendopo-smki

Pendopo SMKI ini merupakan pendopo terluas di Kota Yogyakarta sejauh pengamatan kami dan informasi yang kami dapat dari vendor WO kami. Pendopo ini berada di kompleks Sekolah Menengah Seni Musik, Seni Tari, dan Seni Rupa Yogyakarta jadi sering digunakan untuk pegelaran seni. Pendoponya memang sangat luas dan memiliki arsitektur Jawa yang cukup unik. Harga sewa pendopo SMKI amat sangat murah hehe saat itu hanya 2,5 juta rupiah untuk sewa malam (itu hanya biasa pendopo kosong ya). Untuk lapangan parkir juga cukup luas dan lokasinya berada di Selatan Kota Yogyakarta lebih tepatnya di Kabupaten Bantul tapi ya masih ga jauh-jauh amat dari Kota. Artinya masih jauh dari keramaian malioboro dan pusat kota yang biasanya sangat ramai di malam minggu. Informasi terbaru yang kami dapat harga sewa pendopo sudah naik dan mulai tahun 2016 mereka tidak menerima sewa tempat saja tetapi menggunakan sistem paket. Sistem paket artinya tidak hanya sewa tempat aja tapi catering dan dekorasi harus menggunakan vendor dari Pendopo SMKI. Oya informasi terbaru mengenai pendopo ini bahwa mulai 2017 sudah berbentuk paket (jadi kamu tidak bisa hanya menyewa tempat saja)

Dari sekian tempat yang kami survey akhirnya kami memilih Pendopo SMKI yang sesuai dengan ketiga kriteria kami 🙂

Tips Awal Perencanaan Menikah

Hai semuanya akhirnya setelah sekian lama menunda menyelesaikan akhirnya aku berkesempatan untuk membagikan cerita gembiraku 5 bulan yang lalu. Waaww its been five months long getting married. Puji Tuhan rangkaian wedding berjalan dengan lancar berkat doa dan dukungan banyak pihak baik keluarga, sahabat dan wo juga. Acara yang dilaksanakan selama dua hari dengan jadwal yang cukup padat Puji Tuhan lancar dan hampir di setiap acara jumlah tamu ‘membludak’ untunglah perhitungan konsumsi dan seksi konsumsinya bermental baja jadinya semua tamu yang hadir bahagia dan tercukupi kebutuhannya (makan maksudnya)

Edisi kali ini aku pengin berbagi tentang pengalaman mempersiapkan wedding kemarin yang cukup menguras emosi, airmata, serta dompet pastinya haha. Banyak yang tanya-tanya ke aku tentang bagaimana pilih vendor yang oke, venue yang pas dan banyak hal lagi berkaitan tentang wedding untuk itu aku akan coba tuangkan pengalamanku dan suami (sekarang suami ya) kemarin semoga bermanfaat untuk kalian-kalian yang sedang mempersiapkan atau sedang merencanakan pernikahan karena kemarin kami berdua pun juga butuh referensi saat awal-awal mempersiapkan wedding kita.

Oke sebelum aku ceritakan tentang vendor-vendor apa yang kami pakai di pernikahan kami ini ada beberapa tips nih untuk kalian mengawali persiapan pernikahan

  1. Pastikan Kemantapan

Yang paling pertama banget pastikan calon kalian sudah sama-sama mantap untuk melangkahkan kaki bersama ke gerbang perkawinan hehe jelas dong ini penting banget karena akan berpengaruh ke persiapan pernikahan. Kalau salah satu ada yang masih ragu-ragu lebih baik mundur aja dulu daripada udah terlanjur booking gedung dan catering (karena DP-nya ga sedikit loh) lebih baik pastikan bahwa kedua calon pengantin sudah sama-siap dan mantap untuk bareng-bareng mempersiapkan wedding

2. Kompromi Keluarga

Nah yang ini juga ga kalah penting yaitu diskusi sama keluarga. Sebelum persiapan terlanjur jauh akan sangt lebih baik kalo membicarakan tentang konsep pernikahan yang akan dibuat itu dengan keluarga. Kenapa sih harus banget dengan keluarga? karena memang, yang akan menikah kita berdua aja, tapi acara kita ini akan merepotkan dan melibatkan keluarga jadi ada baiknya mereka dilibatkan di awal persiapan supaya sama-sama enak ke depanya. Syukur-syukur kalau keluarga menyerahkan sepenuhnya ke kedua calon pengantin mau diselenggarakan seperti apa.

  1. Tentukan Konsep dan Jumlah Tamu Undangan

Ini penting banget dilakukan di awal-awal persiapan. Berdasarkan pengalamanku kemarin yang setiap acara tamunya selalu membludak haha itu kalo kita ga siap bisa jadi masalah besar loh. Oleh karena itu tentukan konsep pernikahan yang dimau sejak awal apakah mau simpel tapi berkesan atau menggunakan adat tertentu supaya arah persiapan berikutnya pun jadi jelas. Tentukan jumlah tamu sejak awal karena nanti saat pergi ke vendor-vendor pun itu pertanyaan pertama yang mereka lontarkan “untuk jumlah berapa tamu ya?” minimal perkiraan yang mendekati kebenaran atau kalo bisa sih sudah dipastikan serinci-rincinya jumlah tamu ada berapa.

Sekian tips dari saya, semoga bermanfaat dan selamat mempersiapkan hari paling membahagiakan dalam hidup ya 🙂

Featured post

Ibu Sumber Kemajuan Sebuah Negara

Peran ibu di dalam keluarga bukanlah peran yang mudah untuk dijalani. Semua wanita mungkin bisa menjadi sangat pintar, terkenal, sangat kaya, dan memiliki karir yang cemerlang namun tidak semua wanita mampu dan mau menjalani peran sebagai ibu. Seorang ibu memulai kehidupan dengan mengandung, melahirkan, dan merawat seorang bayi hingga tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas.

Ibu memiliki peran yang tidak bisa tergantikan oleh orang lain untuk bisa menjadi tempat belajar pertama seorang anak. Tidak hanya merawat dan membesarkan namun juga mengenalkan konsep-konsep sederhana pada tahapan perkembangan seorang anak. Oleh karena itu betapa sangat pentingnya peran seorang ibu di dalam keluarga.

Dan bagaimanakah seorang ibu bisa menjadi pilar bagi ketahanan sebuah negara atau pilar kekuatan negara yakni seorang ibulah yang menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Seorang ibulah yang pertama kali menjelaskan apa itu berjuang, apa itu cinta tanah air, mengenalkan etika dan sopan santun. Seorang ibulah yang selalu mendoakan setiap anaknya agar tidak hanya belajar dan berpendidikan tetapi memberikan diri untuk kemajuan negara.

Namun saat ini masih sering dijumpai ibu-ibu muda yang harus mengandung dan melahirkan anak dengan usia yang masih sangat belia. Ibu muda yang berusia belasan tahun yang masih berada pada tahapan belajar dan menempa diri tetapi harus mendapatkan peran sebagai seorang ibu. Remaja yang masih memiliki banyak kesempatan untuk mengembangkan diri, memperkaya wawasan, menimba pengalaman agar menjadi wanita dan calon ibu yang benar-benar siap sebagai pilar negara terpaksa harus melupakan kesempatannya untuk membesarkan seorang anak.

Bukan tidak mungkin ibu-ibu muda itu akan kehilangan masa muda tetapi juga dasar untuk memberikan pendidikan yang berkualitas untuk anak-anak yang sehat dan cerdas menjadi sangat tipis harapannya. Seorang ibu tidak harus berpendidikan tinggi dan bergelar banyak tetapi seorang ibu wajib untuk memiliki kesiapan mental dan bekal yang cukup kuat untuk mendalami perannya.

Seorang Ibu pada masa sekarang dituntut untuk selalu mau terbuka pada perkembangan zaman dan memiliki wawasan yang luas. Ibu menjadi jendela pertama bagi anak mengenal banyak hal dengan kacamata kebenaran. Ibu yang kuat dan cerdas akan menghasilkan anak-anak yang sehat dan cerdas. Anak-anak cerdas yang lahir dari ibu yang sehat akan membentuk komunitas generasi muda yang cerdas dan visioner.

Generasi muda yang cerdas dan visioner akan menjadi pejuang bagi negara di masa sekarang dan yang akan datang. Masa depan dan kemajuan negara terletak pada generasi mudanya bukan hanya soal sumber daya alamnya tetapi kekayaan manusianya yang cerdas dan visioner. Maka menjadi sangat penting peran ibu dalam keluarga yang menjadi awal bagi munculnya generasi visioner bagi kemajuan negara.

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑