Full day atau Tidak Anak Tetap Harus Bebas dan Merdeka

Kesempatan bersekolah full day atau tidak sebenarnya bukan menjadi persoalan yang patut diperdebatkan untuk dunia pendidikan saat ini. Pendidikan bukan hanya persoalan frekuensi lama belajar bagi anak untuk mengenal hal-hal baru dan mengembangkan diri. Anak belajar sebenarnya tidak pernah bisa dibatasi oleh waktu terutama anak-anak usia pendidikan dasar. Tugas perkembangan diri mereka cukup banyak dan semua dapat terpenuhi ketika anak memang memiliki kesempatan dan kebebasan untuk memenuhinya.

Ada istilah ‘long-life education’ belajar sepanjang hidup yang artinya kesempatan belajar itu bukan dibatasi dengan jadwal dan jam terlebih untuk anak-anak usia sekolah dasar. Di luar sekolah pun anak-anak tetap belajar dan mengembangkan diri ketika bertemu teman sebaya, orantua, anggota keluarga, dan bertemu orang-orang yang berada di sekitarnya. Penanaman karakter pada anak tidak hanya terbatas pada semua pihak yang ada di sekolah tetapi juga lingkungan sekitar dan keluarga.

Seringkali ditemui anak-anak usia sekolah dasar yang sudah mengikuti banyak sekali les tambahan pelajaran demi mengejar prestasi akademik di sekolah. Kegiatan semacam itu menjadi baik ketika anak tetap merasa bebas dan merdeka. Anak tidak merasa tertekan atau terpaksa untuk menjalani sekian proses belajar demi hasil akademik yang ingin diraih. Mengapa perasaan bebas dan merdeka sangat penting bagi anak, karena dengan merasa bebas dan merdeka anak tidak akan takut untuk mengenal hal baru. Perasaan bebas merdeka bagi anak juga melatih anak untuk mulai membuat keputusan sejak dini. Anak diajak untuk mengenal pilihan, mengenal lingkungan sekitar, dan yang terpenting diajak untuk menyadari apa yang menjadi kebutuhan perkembangannya saat itu. Menanamkan kebebasan memilih dan bertanggunjawab pada pilihan sejak dini membuat anak-anak lebih berani mengeksplor dirinya.

Ketika jadwal sekolah atau jam belajar di sekolah dibuat lebih panjang sejauh anak tidak tetap merasa bebas dan merdeka maka hal ini tidak akan menjadi persoalan. Akan tetapi menjadi bermasalah ketika lamanya anak di sekolah membuat anak merasa tertekan dan tidak bebas maka apa yang menjadi hak anak sudah hilang terlebih dahulu. Kembali lagi bukan pada berapa lamanya anak bersekolah tetapi seberapa antusiaskah anak untuk belajar di sekolah dan hal-hal baru di sekitarnya.

Orangtua dan keluarga dalam hal ini menjadi pihak yang paling utama dibandingkan sekolah untuk mampu mengatasi situasi seperti ini. Ketika jam belajar di sekolah menjadi sangat panjang maka orangtua wajib untuk semakin peduli pada kondisi anak yakni apakah tertekan atau tidak. Begitupula ketika lama belajar di sekolah tidak full atau setengah hari orangtua tetap mengambil peran untuk memberikan ruang belajar anak di rumah. Jadi, entah full day atau tidak hak dan kebebasan anaklah yang penting untuk dipertimbangkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: