Tips Awal Perencanaan Menikah

Hai semuanya akhirnya setelah sekian lama menunda menyelesaikan akhirnya aku berkesempatan untuk membagikan cerita gembiraku 5 bulan yang lalu. Waaww its been five months long getting married. Puji Tuhan rangkaian wedding berjalan dengan lancar berkat doa dan dukungan banyak pihak baik keluarga, sahabat dan wo juga. Acara yang dilaksanakan selama dua hari dengan jadwal yang cukup padat Puji Tuhan lancar dan hampir di setiap acara jumlah tamu ‘membludak’ untunglah perhitungan konsumsi dan seksi konsumsinya bermental baja jadinya semua tamu yang hadir bahagia dan tercukupi kebutuhannya (makan maksudnya)

Edisi kali ini aku pengin berbagi tentang pengalaman mempersiapkan wedding kemarin yang cukup menguras emosi, airmata, serta dompet pastinya haha. Banyak yang tanya-tanya ke aku tentang bagaimana pilih vendor yang oke, venue yang pas dan banyak hal lagi berkaitan tentang wedding untuk itu aku akan coba tuangkan pengalamanku dan suami (sekarang suami ya) kemarin semoga bermanfaat untuk kalian-kalian yang sedang mempersiapkan atau sedang merencanakan pernikahan karena kemarin kami berdua pun juga butuh referensi saat awal-awal mempersiapkan wedding kita.

Oke sebelum aku ceritakan tentang vendor-vendor apa yang kami pakai di pernikahan kami ini ada beberapa tips nih untuk kalian mengawali persiapan pernikahan

  1. Pastikan Kemantapan

Yang paling pertama banget pastikan calon kalian sudah sama-sama mantap untuk melangkahkan kaki bersama ke gerbang perkawinan hehe jelas dong ini penting banget karena akan berpengaruh ke persiapan pernikahan. Kalau salah satu ada yang masih ragu-ragu lebih baik mundur aja dulu daripada udah terlanjur booking gedung dan catering (karena DP-nya ga sedikit loh) lebih baik pastikan bahwa kedua calon pengantin sudah sama-siap dan mantap untuk bareng-bareng mempersiapkan wedding

2. Kompromi Keluarga

Nah yang ini juga ga kalah penting yaitu diskusi sama keluarga. Sebelum persiapan terlanjur jauh akan sangt lebih baik kalo membicarakan tentang konsep pernikahan yang akan dibuat itu dengan keluarga. Kenapa sih harus banget dengan keluarga? karena memang, yang akan menikah kita berdua aja, tapi acara kita ini akan merepotkan dan melibatkan keluarga jadi ada baiknya mereka dilibatkan di awal persiapan supaya sama-sama enak ke depanya. Syukur-syukur kalau keluarga menyerahkan sepenuhnya ke kedua calon pengantin mau diselenggarakan seperti apa.

  1. Tentukan Konsep dan Jumlah Tamu Undangan

Ini penting banget dilakukan di awal-awal persiapan. Berdasarkan pengalamanku kemarin yang setiap acara tamunya selalu membludak haha itu kalo kita ga siap bisa jadi masalah besar loh. Oleh karena itu tentukan konsep pernikahan yang dimau sejak awal apakah mau simpel tapi berkesan atau menggunakan adat tertentu supaya arah persiapan berikutnya pun jadi jelas. Tentukan jumlah tamu sejak awal karena nanti saat pergi ke vendor-vendor pun itu pertanyaan pertama yang mereka lontarkan “untuk jumlah berapa tamu ya?” minimal perkiraan yang mendekati kebenaran atau kalo bisa sih sudah dipastikan serinci-rincinya jumlah tamu ada berapa.

Sekian tips dari saya, semoga bermanfaat dan selamat mempersiapkan hari paling membahagiakan dalam hidup ya 🙂

Advertisements
Featured post

Deburan Jantung

Kekagumanku semakin bertambah sesaat aku menyadari hal hebat yang Tuhan anugerahkan dalam hidup ini. Anugerah itu ialah hidup. Akhir-akhir ini kupunya tempat favorite untuk ‘me time’. Biasanya ‘me time’ kunyanyi-nyanyi, dengerin musik, ngisengin dan gangguin suami yang kadang keliatan serius banget pulang kerja.

Suatu kali aku bersandar bukan lagi di bahunya, ataupun perutnya, melainkan kali ini di dadanya. Sambil menonton film 5 menit berlalu dan aku masih bersandar di dadanya. 10 menit, 15 menit dan akhirnya hampir 30 menit aku bersandar di dadanya. Sekian lamanya aku bersandar sampai akhirnya perhatianku menonton beralih kepada suara detak jantung yang sangat terasa di ujung telingaku yang menempel tepat di dada.

Entah mengapa aku sangat menikmati dengan suara detak jantung ini dan kumulai merasakan iramanya seperti lantunan perkusi yang stabil. Semakin aku fokus pada suara detak ini semakin aku merasakan hal yang berbeda. Sungguh menyenangkan! Deburan jantung yang tidak pernah sedetikpun ‘pause’ yang  ternyata membuatku tenang dan nyaman.

Pada saat yang sama kumembayangkan cara kerja si jantung ini yang ternyata, tak sekalipun ia pernah berhenti untuk istirahat. Kita selalu punya waktu untuk relax dan istirahat tetapi tidak untuk si jantung ini. Selamanya dia akan terus berdetak hingga sampai saatnya Yang Maha Cinta memintanya untuk berhenti. Dan aku selalu berdoa agar aku siap jika memang saatnya telah tiba dan menikmati masa-masa deburan ini masih berdebar di ujung telingaku.

Pengalaman sederhana ini mengingatkanku bahwa setiap mereka yang kita cintai bukanlah milik kita seutuhnya. Mereka ialah titipan Tuhan yang sewaktu-waktu akan kembali diambil oleh Sang Pemilik. Yang saat ini kulakukan ialah menikmati setiap moment kebersamaan dan menjaga titipan Tuhan ini dengan baik. Tidak perlu menggengam erat karena mungkin akan hancur juga tak perlu dilepas bebas karena mungkin akan pergi. Hanya cukup dijaga, dirawat, dipeluk dan dicintai sedemikian rupa sehingga saatnya harus kembali, kita telah menjaganya dengan baik. 

Being Great is measured by how long you can keep gratefulness in your life

i_love_photography_by_kakaao-d4ftdug

Bekerja dengan Manusia

Bekerja dengan manusia. Setiap orang memiliki ketertarikan yang berbeda-beda dalam menekuni suatu bidang tertentu yang dikerjakan. Sebagian orang memilih untuk bekerja bersama di balik meja artinya bekerja dengan serangkaian pekerjaan administrasi yang mengharuskan seseorang hanya duduk untuk menyelesaikannya contohnya sekretaris. Sebagian lagi memilih bekerja di lapangan yang artinya bekerja dengan menemui secara langsung medan bekerja atau pun objek pekerjaannya di luar ruangan contohnya tukang bangunan. Sebagian memilih bekerja dengan bertemu, berinteraksi, dan melayani manusia contohnya customer service sebuah bank. Guru adalah salah satu pekerjaan yang sebagian besar waktunya berinteraksi dengan manusia. Walaupun guru sekarang ini memiliki cukup banyak pekerjaan administrasi, namun tetaplah tugas utama seorang guru yakni mengajar dan mendampingi siswa di sekolah.

Mendapatkan kesempatan untuk mengajar yakni menjadi seorang guru ternyata merupakan hal yang menyenangkan walau ketika menjalaninya terkadang terasa melelahkan. Menjadi guru artinya menjadi sosok yang dihormati dan disegani oleh siswanya. Dihormati dan disegani bukanlah semata-mata untuk menarik perhatian saja tetapi disegani untuk bisa diteladani. Bagaimanakah jika seorang guru menjadi tidak pantas untuk dihormati dan disegani? Maka jawabannya jelas seseorang itu belum bisa disebut seorang guru. Menjadi guru yang dihormati tidak lantas membuat seseorang antipati terhadap orang lain dan bersikap sewenang-wenang, guru sebaiknya juga menempatkan diri sebagai sahabat dekat siswa yang membuat mereka dekat. Ketika siswa merasa dekat maka siswa akan dengan mudah berbagi kisah dan mengungkapkan kesan apa yang mereka rasakan.

Aku memiliki kesempatan untuk bekerja baik menjadi guru maupun di balik meja. Keduanya memiliki tantangan dan kesan yang berbeda-beda. Terkadang menjadi guru yang mengajar setiap harinya lebih melelahkan daripada hanya duduk untuk menyelesaikan segala pekerjaan administrasi. Namun ada beberapa hal yang menyenangkan yang tidak bisa dipungkiri ketika menjadi seorang guru yakni belajar memahami karakter siswa yang beranekaragam. Jika kamu seseorang yang suka bertemu dengan banyak orang dan berusaha untuk memahami setiap karakternya maka menjadi guru adalah pekerjaan yang sangat menyenangkan. Seorang guru minimal memiliki 20 orang siswa yang menjadi tanggungjawabnya. 20 siswa yang memiliki karakter yang berbeda-beda dan keunikan yang berbeda pula. Untuk bisa memahami setiap karakternya menjadi tantangan tersendiri yang tentu sangat menarik. Hal lain yang sangat membahagiakan hati adalah saat salah satu siswamu mengingat namamu, mencarimu, dan mengatakan bahwa mereka merindukanmu. Kebahagiaan seorang guru bukan pada berapa banyak penghasilan yang didapatkan melainkan ketika seorang siswa datang kepadamu dan mengucapkan terimakasih atas apa yang telah kau berikan yang bahkan kau tidak menyadarinya.

Paes dan WO

Kami tidak menggunakan MUA yang biasa sering digunakan oleh pasangan lain dalam persiapan wedding tetapi kami menggunakan tim paes dari Sekar Mas. Menurut kami beda ya antara paes dan mua, mua lebih kepada memberikan make up di wajah tetapi paes memang khusus memberikan riasan untuk pengantin dalam artian Jawa. Riasan paes bukan hanya sekedar make up yang ditempelkan tetapi mengandung simbol-simbol tertentu yang tidak sembarang orang bisa meletakannya dengan tepat. Tim paes kami masih termasuk kerabat Keraton Jogjakarta dan sering memaes beberapa putri Sultan. Dia adalah Bu Ndari  seorang penari yang juga tim pemaes di Kraton. Melalui beliau jugalah kami berdua paham makna pernikahan adat Jogja.

img-20170228-wa0023

IMG-20170228-WA0033.jpg

(Paes Ageng on progress)

IMG-20170228-WA0032.jpg

(Paes Ageng Jogja)

Sekar Mas tidak hanya membantu kami di paes tetapi juga WO, dekorasi, gedung resepsi, dan rangkaian acara adat kami. Mereka memiliki tim yang hanya sedikit tapi sangat efektif.

  • Lokasi mereka di              :  Ndalem Kaneman, Kadipaten Kidul 44 Yogyakarta
  • Owner                                  : Ibu Rr. Artyandari (@artyandari)

Mengapa akhirnya kami memilih WO ada beberapa pertimbangan,

  1. Jumlah anggota keluarga besar kami yang tidak sedikit dan undangan yang cukup banyak membuat kami mempercayakan kinerja WO untuk membantu kami mengatur sedemikian rupa agar acara kami berjalan lancar. (karena tidak mungkin kami akan terlibat mempersiapkan sampai hariH)
  2. Aku dan suami sama-sama anak pertama yang berarti keluarga kami sama-sama belum pernah menyelenggarakan acara pernikahan. Menjadi komitmen kami berdua sejak awal bahwa kami tidak ingin kedua orangtua kami direpotkan dengan persiapan pernikahan kami jadi sejak awal kami lakukan sendiri dan WO kami minta untuk melanjutkan sampai hari H. (jadi ga kebayang kalo kami tidak dibantu mereka akan seperti apa)
  3. Acara pernikahan yang cukup padat karena serangkaian adat yang harus dilewati membuat kami lebih mantap dibantu oleh WO.
  4. Kami tetap mempunyai panitia keluarga yang sifatnya menjadi wakil kami saat acara berlangsung dan mereka bekerjasama dengan WO sampai selesai acara.

Kami bersyukur dengan adanya tim Sekar Mas rangkaian pernikahan kami berjalan lancar dan semua merasa bahagia. Jadi menurut kami WO untuk sekarang ini bukan masalah mewah atau tidak, mahal atau tidak tetapi penting atau tidak. Setiap pasangan akan memiliki pertimbangan masing-masing sesuai dengan kebutuhan yang berbeda-beda. Oleh karena itu sekedar saran menggunakan WO tidak ada salahnya untuk membantumu merasa tenang saat acara sekali seumur hidupmu itu berlangsung.

Tetapi sekali lagi ‘it really depends on each couple’s need’ jika dirasa memang panitia kecil sudah cukup maka WO juga tidak harus menjadi pilihan kok 🙂

Foto dan Video

Untuk foto dan video kami menggunakan 2 vendor. Vendor pertama untuk prewedd photo dan vendor kedua untuk wedding day photo.

Pre-Wedding Photo

Kalau beberapa pasangan yang akan menikah melakukan foto prewed mreka jauh-jauh hari sebelum hari H kalau kami H-16 melaksanakan foto. Ini semua karena sejak awal pernikahan sebagian besar dilakukan oleh kami berdua saja dan baru H-40 hari WO takeover sehingga pemikiran kami kalau foto sebelum semua beres kayaknya ekspresinya ga akan oke deh. Alhasil saking sibuknya persiapan kami akhirnya kesulitan menentukan tanggal untuk foto prewed. Anyway foto prewed buat kami juga bukan hal yang utama sehingga kami santai sekali dengan prewed ini. Vendor foto prewed kami juga sangat kooperatif dan sangat memungkinkan kami dengan waktu yang mungkin mefet itu untuk melaksanakan prewed. Malahan prewed kami jadikan refreshing kami menjelang hari H because it was fun and unforgettable. Bisa jadi pilihan juga nih foto prewed menjelang akhir persiapan biar anti mainstream sis 😀

Mereka adalah Blackrose Photo @blackrose_pictures

  • Tema Prewed    : Nostalgia di tempat pertama kali bertemu dan Adat Jawa.
  • Lokasi                   : Wisata Kali Kuning Yogyakarta dan Joglo Kapulaga Nologaten

IMG-20170228-WA0007.jpg

(lokasi Obyek Wisata Kali Kuning)

img-20170228-wa0009

(Tim make up dari teman kami @olivecumi_makeup)

IMG-20170228-WA0010.jpg

(Tim Prewed Kami di lokasi Pendopo Kapulaga)

Wedding Day Photo and Video

Untuk hari H kami menggunakan vendor lain yang basically mereka vendor dari Jakarta. Saya kenal salah satu dari mereka dan kebetulan di hari pernikahan sedunia itu mereka sedang tidak ada job jadi beruntunglah saya bisa dibantu oleh mereka. Mereka vendor foto yang cukup professional dan banyak menangani tidak hanya wedding tapi agency photo, advertisemet, dan tender lainnya. Wedding clip mereka pun oke banget dan itu yang membuat saya jatuh cinta. Karena acara pernikahan kami dua hari dan cukup padat oleh karenanya kami pilih vendor yang bisa menyesuaikan hari dengan tawaran harga yang kami punya (bargaining power penting sis).

Mereka adalah Danielorenzo Photo Studio @Danielrnzo

Sebelum pilih vendor foto saya dan suami yang buta fotografi ini banyak cari tahu tentang produk apa saja yang ditawarkan dalam vendor wedding photography. Berikut akan saya jelaskan sebagian.

Wedding Book

Ini yang dulunya saya sempat bingung (maklum ga pernah ngerti ya) saya pikir awalnya album foto biasa tapi ternyata wedding book lebih ke kumpulan foto yang dirangkai, diedit, dan ditata sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah buku kenangan pernikahan yang menarik. Lebih simpelnya semacam buku kenangan jaman SMA dulu atau ya album pernikahan kekinian (hehe).

Wedding Clip

Ini berupa video singkat berdurasi maksimal 7-8 menit yang merangkum acara wedding kita yang diedit menyerupai mini clip atau mini movie. Ini juga kenang-kenangan yang kekinian dan menarik. Tapi biasanya biaya untuk wedding clip ini gak murah sis terlebih kalau kita bermimpi wedding clip para artis wah bisa-bisa kita sakit hati sendiri dan menurut kami itu tidak terlalu urgent. Oleh karena itu bicarakan baik-baik dengan calon kamu untuk produk ini ya dan lebih cermat memilih vendornya. Menurutku produk ini mahal itu wajar karena bukan hanya merekam acara kita tapi mereka memberikan sentuhan seni di dalamnya sehingga moment bahagia kita itu bisa tersaji lebih dramatis dan unforgettable.

Video Liputan

Video ini jelas berisi seluruh rangkaian wedding kita yang tidak diedit banyak. Durasinya jauh lebih lama dan merekam hampir keseluruhan acara. (biasanya untuk anggota keluarga yang lebih tua akan lebih senang melihat video ini karena semuanya dapat dilihat dengan jelas).

Album Foto

Nah ini barulah album foto yang berisi sekitar 100-150 foto yang sudah dipilih, dicetak dan ditata langsung dalam album. Biasanya tidak memerlukan jasa edit mungkin ada sih tapi ya pastinya biaya bertambah.

Prewedding Foto

Beberapa vendor memberikan layanan untuk mencetak foto prewed kita dan membingkai langsung dalam berbagai ukuran. Foto yang dicetak adalah foto yang biasanya akan dipajang di venue resepsi.

Buat kami berdua anggaran untuk foto dan video memang kami berikan yang cukup besar karena kualitas sangat ditentukan oleh biaya teman-teman. Menurut kami foto dan video adalah satu-satunya yang tersisa dari momment penting kami jadi kami ingin yang kualitasnya oke biar bisa dikenang sampe tua 😀 Walaupun bukan berarti vendor dengan harga terjangkau itu gak oke ini lagi-lagi hanya soal selera. Jadi bicarakan konsep dengan baik dan hitung budget dengan cermat barulah cari vendor yang sesuai 🙂

Berikut hasil jepretan fotografer kami

img-20170228-wa0018

img-20170228-wa0016

img-20170228-wa0015

Untuk hasil wedding clipnya bisa dilihat di https://www.youtube.com/watch?v=nzP_JyYZT5E

Selamat Mempersiapkan 🙂

Dekorasi

Nah ini bagian yang lumayan debatable dalam persiapan wedding. Untunglah kami berdua bukan yang gila dekorasi haha buat kami dekorasi memang elemen penting dalam membawa suasana pernikahan tetapi bukan berarti harus diberikan porsi yang besar soal budget. Ada beberapa vendor dekorasi karena tempat pelaksanaan pernikahan kami terbagi dalam beberapa tempat.

Dekorasi Siraman & Kamar Pengantin :  Vendor dekat rumah yang kebetulan pengrajin janur

Dekorasi Gereja             : Tim Hias Bunga Gereja yang bunganya kami beli sendiri

Dekorasi resepsi             : Masuk dalam paket WO

  1. Dekorasi siraman

Berhubung  siraman dilakukan di dua tempat yakni di rumahku dan rumah suami sehingga biaya dekorasi kami buat sangat minimalis. Beruntunglah dekorasi untuk siraman calon mempelai pria tidak diharuskan yang heboh jadi di rumah suami dibuat sangat minimalis sedangkan di rumahku karena acara adat cukup banyak jadi butuh lebih banyak bunga untuk hiasan. Gebyok siraman yang ada merupakan slintru yang memang ada di rumah jadi memang kami hanya mengeluarkan biaya untuk membeli bunga (karenanya setelah ini saya hafal harga bunga-bunga hihi).

IMG_4352.JPG

(dekorasi siraman mempelai pria)
img-20170228-wa0029
(dekor kamar pengantin)

2. Dekorasi Gereja

Sama dengan konsep di rumah yang serba minimal di gereja kami juga begitu tidak banyak mengeluarkan biaya dekorasi. Karena gereja kami bangunannya juga sangat besar sehingga kalau ingin disulap menjadi seperti istana penuh bunga akan dibutuhkan berember-ember bunga yang pastinya biayannya sangat mahal. Oleh karena itu kami pilih nuansa putih dan hijau dengan pilihan bunga mayoritas mawar putih dan lily putih.

IMG-20170228-WA0022.jpg

(dekorasi gereja nuansa mawar putih)

3. Dekorasi resepsi

Sejak awal kami memang memilih venue resepsi yang sewanya murah tetapi anggaran dekorasi kami lebihkan sedikit karena menurut kami gedung yang interiornya cukup mewah pasti biayanya sangat mahal dan kami gak mau mengeluarkan biaya di sewa gedung terlalu banyak. (kami punya prinsip memaksimalkan yang minimal dalam hal ini memaksimalkan dekorasi dengan gedung sewa yang minimal hehe). Beruntunglah tempat yang kami cari adalah pendopo sehingga biaya sewa pendopo memang jauh lebih murah disbanding dengan gedung pertemuan lainnya atau bahkan hotel.

Pendopo SMKI memiliki lokasi yang dikelilingi banyak pohon besar termasuk di depannya. Untuk menghilangkan kesan serem karena banyaknya pohon kami ubah area depan pendopo menjadi sedikit lebih romantis dengan lilin-lilin, lampu, dan bunga. Taman yang ada di depan pendopo menjadi area yang menarik untuk para tamu sekedar ngobrol dan foto-foto.

Morning Acceptance

Mendalami ilmu padi semakin berisi semakin merunduk agaknya memang penting untuk situasi sekarang ini. Setiap orang memiliki kesempatan, kelebihan, dan kemampuan yang berbeda-beda. Ada yang mampu menulis sekian ratus halaman dalam satu jam saja, ada yang mampu berlari 500m dengan waktu yang cepat, ada yang membutuhkan sekian jam hanya untuk menyelesaikan satu buah pertanyaan saja.

Aku percaya, setiap orang istimewa oleh karena itu seberapapun besar kekuatan yang aku miliki masih ada banyak orang lain  yang lebih kuat, setinggi apapun aku meraih impianku ada orang lain yang mencapai mimpi yang jauh lebih brilliant daripadaku. Sebaliknya ketika aku memiliki keadaan yang jauh lebih baik dari orang lain maka hal yang paling tepat aku lakukan hanyalah bersyukur dan tetap menghargai mereka.

Nilai diri seseorang bukan dilihat dari latar belakang pendidikannya, kekayaannya, kecantikan atau ketampanannya tetapi bagaimana dia memperlakukan orang lain di sekitarnya, bagaimana dia bertahan dalam situasi tersulitnya, dan seberapa banyak dia berbagi kepada orang di sekitarnya.

Mungkin memang benar adanya ungkapan semakin berisi semakin merunduk karena kita ini hanyalah bulir-bulir kecil yang bisa saja berisi atau mungkin kosong. Setiap orang diberi kesempatan, kemudahan, tantangan yang sesuai dengan dirinya. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk kita membanggakan kelebihan, kecantikan, kepintaran, dan kekayaan yang kita miliki terhadap orang lain.

Padi yang berisi membutuhkan proses yang tidak singkat, ia membutuhkan sekian waktu untuk dicangkul, dipupuk dan disiram yang mungkin tidak menyenangkan. Sama halnya  emas yang berkualitas unggul pun melewati proses pemanasan yang luar biasa. Sungguh bukan proses yang menyenangkan tetapi menghasilkan kualitas yang mengagumkan. Sama halnya dengan diri seseorang yang semakin mampu bertahan dalam situasi sulitnya maka semakin meningkatlah kualitas diri yang dimiliki.

Jakarta, 25 Februari 2017

To be Happy or Being Happy

I am curious that some people are easy to be happy but some others need to do many things to make them happy. In my opinion to be happy means that you’ll do something, buy something, get something so that you’ll feel happy. Happiness becomes a product or kinds of result from you are doing something.

Well it might be failed when you’re trying harder to get or buy something you want but you don’t get it then you might be unhappy. If that so then life’s Gonna be so difficult because happiness becomes something which is rare or even expensive.

Meanwhile being happy is cheaper I think. To me, being happy is a feeling not a result of doing or buying something. Wherever we are and however our condition will be, being happy are our right and our choice. I’m wondering there’re lots of people are easier being happy and even being happier. They don’t need a dozen of roses, a box of chocolate or even money in their bank accounts but they’re still happy with their own. How easy they are 😀

Therefore, Being happy is cheaper since we can be happy with have no reason and I think that’s kind of blessing. Some people might be so difficult to make them being happy since lots of problems put them into unhappy choice. But still being happy is still in your right; you want to get it or not is you decide. I am trying myself for being happy and being happier for no matter life will be. If something makes me down I’m just get myself realize that being happy is free so why not be? Now, what would you choose?

baby-girl-photo-shoot-picture-a-happy-baby-girl-hugging-a-big-pink-flower

Full day atau Tidak Anak Tetap Harus Bebas dan Merdeka

Kesempatan bersekolah full day atau tidak sebenarnya bukan menjadi persoalan yang patut diperdebatkan untuk dunia pendidikan saat ini. Pendidikan bukan hanya persoalan frekuensi lama belajar bagi anak untuk mengenal hal-hal baru dan mengembangkan diri. Anak belajar sebenarnya tidak pernah bisa dibatasi oleh waktu terutama anak-anak usia pendidikan dasar. Tugas perkembangan diri mereka cukup banyak dan semua dapat terpenuhi ketika anak memang memiliki kesempatan dan kebebasan untuk memenuhinya.

Ada istilah ‘long-life education’ belajar sepanjang hidup yang artinya kesempatan belajar itu bukan dibatasi dengan jadwal dan jam terlebih untuk anak-anak usia sekolah dasar. Di luar sekolah pun anak-anak tetap belajar dan mengembangkan diri ketika bertemu teman sebaya, orantua, anggota keluarga, dan bertemu orang-orang yang berada di sekitarnya. Penanaman karakter pada anak tidak hanya terbatas pada semua pihak yang ada di sekolah tetapi juga lingkungan sekitar dan keluarga.

Seringkali ditemui anak-anak usia sekolah dasar yang sudah mengikuti banyak sekali les tambahan pelajaran demi mengejar prestasi akademik di sekolah. Kegiatan semacam itu menjadi baik ketika anak tetap merasa bebas dan merdeka. Anak tidak merasa tertekan atau terpaksa untuk menjalani sekian proses belajar demi hasil akademik yang ingin diraih. Mengapa perasaan bebas dan merdeka sangat penting bagi anak, karena dengan merasa bebas dan merdeka anak tidak akan takut untuk mengenal hal baru. Perasaan bebas merdeka bagi anak juga melatih anak untuk mulai membuat keputusan sejak dini. Anak diajak untuk mengenal pilihan, mengenal lingkungan sekitar, dan yang terpenting diajak untuk menyadari apa yang menjadi kebutuhan perkembangannya saat itu. Menanamkan kebebasan memilih dan bertanggunjawab pada pilihan sejak dini membuat anak-anak lebih berani mengeksplor dirinya.

Ketika jadwal sekolah atau jam belajar di sekolah dibuat lebih panjang sejauh anak tidak tetap merasa bebas dan merdeka maka hal ini tidak akan menjadi persoalan. Akan tetapi menjadi bermasalah ketika lamanya anak di sekolah membuat anak merasa tertekan dan tidak bebas maka apa yang menjadi hak anak sudah hilang terlebih dahulu. Kembali lagi bukan pada berapa lamanya anak bersekolah tetapi seberapa antusiaskah anak untuk belajar di sekolah dan hal-hal baru di sekitarnya.

Orangtua dan keluarga dalam hal ini menjadi pihak yang paling utama dibandingkan sekolah untuk mampu mengatasi situasi seperti ini. Ketika jam belajar di sekolah menjadi sangat panjang maka orangtua wajib untuk semakin peduli pada kondisi anak yakni apakah tertekan atau tidak. Begitupula ketika lama belajar di sekolah tidak full atau setengah hari orangtua tetap mengambil peran untuk memberikan ruang belajar anak di rumah. Jadi, entah full day atau tidak hak dan kebebasan anaklah yang penting untuk dipertimbangkan.

Choir and Band

Musik adalah hal yang sangat tidak terpisahkan dariku sehingga saat pernikahanku jelaslah sangat aku persiapankan dengan matang. Suamiku sangat menyukai music juga hanya untuk masalah persiapan dia menyerahkan ke aku sepenuhnya.

Untuk choir yang mengiringi kami di Gereja adalah choir yang aku bentuk sendiri (limited edition ceritanya haha). Berhubung menyanyi juga merupakan pekerjaan saya dan sebagian sahabat-sahabat saya jadi saya menganggap choir ini bukan sebuah pekerjaan tetapi undangan saya kepada sahabat-sahabat. Mereka ada yang dari Jakarta dan sebagian besar masih di Jogja. Merekalah yang saya beritahu jauh-jauh hari mengenai hari pernikahan jadi mereka menandai tanggal pernikahan kami dalam agenda mereka. Saya gak pernah kebayang bahwa ternyata hari pernikahan saya adalah hari pernikahan sedunia (baru saya dan suami sadari 3 bulan menjelang hari H) karena banyak sekali kerabat dan teman-teman yang juga menikah di tanggal yang sama. Jadi sempatlah di tanggal itu semua organis dan choir yang ada di Jogja laris manis bahkan kewalahan.

Tim penyanyi saya ini sangat luar biasa, mereka sahabat saya yang sangat paham perjalanan cinta kami berdua jadi sebagai wujud trimakasih kami berdua saya berikan mereka seragam. Mereka jugalah yang membantu saya mencari kain seragamnya.

PhotoGrid_1488251873537.png

(Tim Pencari Kain )

Beberapa sahabat saya mundur karena mereka harus bekerja di luar @wilisprawismi harus ke Thai, @paulusmaster ke kamboja, dan hampir saja sahabat saya @vnencita berangkat ke Rusia untuk S2 tetapi Tuhan sangat baik memberikan kesempatan itu setelah selesai wedding saya. Mereka sahabat yang hadir menjadi saksi dalam pernikahan saya sekaligus memeriahkan wedding saya dengan suara emas mereka. Karena banyaknya sahabat saya terlibat dalam choir ini maka jadilah nama choir ini ‘Sahabat Ria Choir’ (berkat ide mas @louisroni21 yang cemerlang).

Saya memilih lagu-lagu untuk wedding saya sendiri dan kebetulan pengiring choir adalah mini ensemble (1 cello, 1 keyboard, 1 flute, 2 violin, dan 1 viola). Lagi-lagi saya banyak bersyukur mini ensemble ini dapat terbentuk yang awalnya saya sempat kawatir karena beberapa orang harus mundur karena berbagai hal. Beberapa lagu saya ada yang partiturnya sulit dicari oleh karenanya dibutuhkan arransemen baru & arransemen ulang untuk beberapa lagu. Lagi-lagi ini berkat kebaikan para sahabat saya akhirnya semua lagu dapat dilantunkan dengan sangat indah dan sukses membuat hati saya meleleh. Mini ensemble saya berhasil karena kebaikan hati mas Louis Roni Raditya @louisroni21, fanny @funny_cello, desti (sahabat SD), noel (adik kelas SD), pandu, dan rio. Mereka para pemain musik yang sudah malang melintang di bidanngnya sampai sekarang jadi yang berminat soal music bisa cek IG mreka hehe

img-20170228-wa0020

img-20170228-wa0011

Ini daftar lagu untuk wedding saya di Gereja,

Para Liturgi                          : The Greatest is Love

Pembukaan                        : Kami Langkahkan Kaki (BKT)

Ordinarium                         : Korman

Lagu sebelum janji          : Berkatilah Kami (BKT)

Lagu Sungkem                   : Keparenga Putra Sungkem

Persembahan                    : Persembahan Cinta

Komuni                                 : The Lord Bless you and keep you dan Anugrah Terindah

Ave Maria                           : Bach

Penutup                              : Proclaim dan  Love on Top (Beyonce)

Untuk band yang menghibur di Resepsi kami menggunakan @thebritones.

IMG_9406.JPG

Mereka group band di Jogja dengan komposisi music yang lumayan komplit. Mereka juga sangat ramah dan sangat kooperatif. Mereka cukup membuat wedding reception kami semakin meriah dan semarak sampai-sampai Ibu saya rada pusing (hehe). Ada sedikit salah informasi, kami meminta lagu-lagu Up Beat dinyanyikan menjelang akhir acara saja dan di depan adalah lagu-lagu bernuansa mellow. Tetapi lagu mellow hanya dinyanyikan beberapa saja di depan dan selebihnya up beat alhasil Ibu saya yang tidak terlalu suka musik bertempo cepat jadi sedikit terganggu (maafkan ya Ibu). Tapi overall @thebritones oke dan menghibur.

 

Blog at WordPress.com.

Up ↑